Sepasang Ragu di Batas Waktu
Karya: RokhatiAku menangis dalam diam setiap kali menatap netramu,
melihat kesabaran yang tak pernah lelah menanti
di atas dasawarsa yang telah kita lalui bersama.
Kau bahkan sengaja menahan diri dari segala tanya kepastian,
memilih diam meredam gundahmu itu
hanya agar aku tak merasa terbebani.
Padahal di balik tawa yang masih kerap kita bagi,
dadaku sesak oleh rasa bersalah yang teramat.
Sebab aku tahu, di balik senyum sabarmu,
ada lelah yang kau telan sendirian dalam sepi.
Hingga kini aku terjerembap dalam sesal,
bersimbah air mata yang tumpah sia-sia,
sebab aku terlalu pengecut untuk melangkah pasti,
namun terlampau serakah memelukmu di sini,
membiarkanmu terus menua tanpa arah
di atas ragu yang kupelihara sendiri.
Banjarnegara, 28 Agustus 2026