Karya: RIAMA BESTARI JULYANTI NAINGGOLAN
Ada tangis yang tak segera jatuh—
ia mengendap di pelupuk,
menjadi bening yang menyimpan
percakapan antara hati dan sunyi
Di sana, doa pernah kehilangan suara,
mimpi pernah patah tanpa bunyi,
dan harapan, entah sejak kapan,
belajar berjalan dengan kaki sendiri
Barangkali manusia tidak menangis
karena terlalu lemah untuk bertahan,
melainkan karena dada
telah terlalu penuh untuk terus menyimpan
Maka biarlah air mata mengalir,
membawa pergi kata-kata
yang tak pernah menemukan alamat,
membasuh ingatan
yang terlalu lama dipelihara diam-diam
Sebab ada yang tidak perlu dilupakan
untuk dapat dilepaskan
Dan barangkali,
tangis adalah cara paling sunyi
bagi hati untuk berkata:
cukup—
besok, masih ada jalan
Samosir, 25 Agustus 2026