Dibaca: Memuat...
Setelah Karam, Terbit Pelita
Karya: Rakhel Hatee JroehOh, sayangku,
Hidup bagai samudra:
indah, mengerikan, riuh, sekaligus sunyi.
Kita menggenggam erat haluan perahu,
namun ombak tak selalu bersahabat.
Oh, sayangku, karam kapalku.
Perahu yang kukira sekeras baja
ternyata rapuh di hadapan takdir.
Petaku tenggelam bersama harapan;
aku kehilangan arah.
Sejak itu duniaku kelabu,
seolah malam enggan berganti pagi.
Namun waktu tak pernah berhenti.
Luka perlahan menjahit dirinya,
meski bekasnya tetap tinggal.
Lalu hadir setitik cahaya
di tengah badai pikiranku.
Kalian menjadi pelita:
teman, keluarga, juga diriku sendiri,
yang tetap bertahan saat dunia meragukanku.
Kini aku percaya,
dari luka yang pernah meruntuhkan,
tumbuh terang yang mampu
menerangi langkahku
dan langkah orang lain.
Banda aceh,30 juli 2026