Dibaca: Memuat...
Kidung Sang Padma Wana
Karya: Ishmah Dinina AulawiyahKala purwa ratri, Wana menyembunyikan namaku
di urat sulur tua.
Damar berbau getir, embun merapal lumut,
bayu menggiring bisik:
“Pamali.”
“Penyakit.”
Bhumandala tak membantah.
Ia hanya mengunyah musim
hingga getah menjadi merah.
Arka membuka halaman kabut.
Kulit itu merekah kian dahayu.
Lalat lebih dahulu tiba
daripada pujian.
Angin menggotong aroma
yang mengingatkan buana
kepada segala yang pernah kembali.
Sesudahnya, mata-mata memungut kagum,
menyebutku Sang Padma,
mengurung merahku ke dalam lensa.
Tak seorang pun lagi mencari
di batang sebelah mana
mereka pernah meninggalkan gentar.
Selaksa insan pulang
membawa merahku
di dalam lensa lagi benak nan amerta.
Tinggal sulur tua itu
sendirian.
Masih menyimpan
nama lamaku.
Gresik, 30 Juli 2026