PUTRI PRUDENTIA NUGA - Tangis di Pagi yang Berguncang (OSN 3.8)

📅 27 Agustus
Tangis di Pagi yang Berguncang
Karya: PUTRI PRUDENTIA NUGA




Pagi itu, aku terbangun
bukan oleh suara mentari,
melainkan seng yang bergetar
dan ranjang yang kehilangan diamnya.

Aku berlari tanpa sempat berpikir,
meninggalkan kamar yang gelap
ketika lampu jatuh bersama kepanikanku.
Di halaman biara,
air mataku jatuh bersama doa.

Bukan hanya karena bumi berguncang,
tetapi karena pikiranku berlari
lebih jauh daripada kakiku
menuju keluarga yang jauh,
menuju rumah yang belum kuketahui keadaannya.

Ketika akhirnya suara mereka terdengar,
ada lega yang perlahan tumbuh.
Namun tembok-tembok yang retak
mengajarkan kepadaku:
rumah dapat runtuh dalam sekejap,
tetapi harapan tidak harus ikut roboh.

Di garasi, teras, tenda, dan bus,
kami belajar bertahan bersama.
Tangis kami bukan tanda menyerah,
melainkan doa agar Flores kembali pulih,
dan kami semua menemukan rumah
di dalam kekuatan satu sama lain.


Nagekeo, 25 Agustus 2026