Karya: PINZY AQILA NOMETA
Sunyi dan sepi di ruangan itu
Sendiri aku menatapmu, Ibuku
Punggungmu yang membungkuk itu
Bagaikan mawar yang sudah layu
Aliran keringat membasuhi wajahmu
Menyamarkan air mata yang jatuh membeku
Tanganmu yang berkerut dan kaku
Menjadi tanda perihnya perjuanganmu
Ibuku, aku selalu memperhatikan dirimu
Menahan tangis melihat rapuhnya ragamu
Membesarkan dengan ikhlas diriku
Takkan kulupakan tetesan air mata berhargamu
Kini kusadari semua pengorbanan darimu
Mengalirkan rasa haru dan penyesalan di dalam hatiku
Doa tulus dari ku kan selalu menyertaimu
Prabumulih, 25 Agustus 2026