Karya: Patricia Chiquitita
Dikala sang mentari membara,
kau menangis.
Dikala sang bumi di guncang,
kamu bersedih.
Adakah tempat aman untuk mu.
Disana api dengan hebat membakar rumah sang satwa,
ada nyawa yang bertaruh memadamkan.
Disana puluhan ribu mil bumi dipora-porandakan,
ada nyawa yang digantung pada harapan.
Bagaimana sang pertiwi tidak menangis,
tidak ada tempat yang aman bagi nya.
Banyak nyawa kehilangan tempat singgah.
Banyak nyawa kelaparan.
Banyak nyawa mulai hilang kepercayaan.
Dimana lagi mereka harus menaruh harap.
Bagaimana sang pertiwi tidak menangis.
Betapa menyesakannya asap kabut tebal menyelimuti jantung dunia.
Betapa hancurnya hati seseorang ibu, kehilangan tempat singgah keluarga nya.
Betapa linglungnya pikiran seorang anak kecil, yang harus dewasa sebelum ia sempat menjadi anak-anak.
Bagaimana sang pertiwi tidak menangis,
jika didalam nya tidak ada tawa,
hanya ada kesedihan dan tangisan yang mendalam.
-pray for NTT & Kalimantan
Semarang, 24 Agustus 2026