Karya: Nur Fadhilatun Nisak
Di balik tawa yang terdengar riang,
tersimpan sunyi yang enggan pulang.
Senyum merekah di antara lara,
menjadi cahaya di ruang jiwa.
Tawa mengalir seperti angin,
meski hati pernah begitu dingin.
Menutupi retak yang tak terlihat,
menyimpan kisah yang begitu berat.
Luka bukan akhir dari cerita,
ia hanya jeda sebelum bahagia.
Sebab setelah hujan reda perlahan,
akan tumbuh harapan di setiap langkah.
Maka biarkan tawa tetap bersuara,
meski air mata pernah menyapa.
Karena di tengah luka yang terasa,
masih ada hati yang memilih percaya.
Lamongan, 24 Agustus 2026