Karya: Dirga Zulfikar's Arasyiid
Di sini pernah pecah basah oleh air mata,
menyisakan hangat pada bangku yang sama.
Kita pernah menanam bahagia,
tanpa tahu waktu pandai mencabutnya.
Di sini pula kutemukan sunyi,
sejak langkahmu tak lagi kembali.
Namamu masih tinggal di sela ingatan,
sementara tanganku terlambat menggenggam.
Entah ke mana perginya hari-hari,
sebab waktu tak pernah belajar menunggu.
Kini tempat ini masih berdiri,
hanya saja—
kita yang tak lagi berada di dalamnya.
Dan jika suatu hari isak kembali terdengar,
biarlah ia menjadi suara yang asing.
Sebab di tempat yang pernah menjadi rumah,
aku belajar:
kehilangan tak selalu membawa seseorang pergi,
kadang ia hanya membuat
sebuah tempat kehilangan maknanya.
Wonosobo, 24 Agustus 2026