MUHAMAD RAHMAT AGUNG FAISAL - AWAT (OSN 3.8)

📅 25 Agustus
AWAT
Karya: MUHAMAD RAHMAT AGUNG FAISAL


Tawa mengalir dari bibir,
seperti sungai yang lupa
bahwa di dasarnya ada batu-batu luka.

Ia tumbuh di antara keramaian,
menjadi bunga yang mekar
di tanah yang tak pernah benar-benar subur.

Kadang tawa hanyalah bahasa
yang dipilih hati ketika kata-kata
terlalu berat untuk dilahirkan.

Dan ketika malam menutup jendela,
gema tawa perlahan menjadi sunyi—
meninggalkan seseorang
yang kembali berbicara dengan dirinya sendiri.

Barangkali begitulah tawa:
bukan selalu pertanda bahagia,
melainkan cara paling halus
untuk menyembunyikan
apa yang belum mampu disembuhkan.


Bandung 23 agustus