Karya: Ni Kadek Yuliana Putri
Ada tangis yang jatuh tanpa suara,
tersimpan di balik senyum yang terlihat biasa.
Bukan karena hati ingin menyerah,
melainkan karena terlalu lama belajar tabah.
Di antara riuh dunia,
ada seseorang yang diam-diam memeluk lukanya.
Ia menatap langit dan bertanya,
mengapa bahagia terasa begitu jauh?
Namun malam mengajarkan satu hal:
air mata bukan tanda kelemahan.
Biarkan ia jatuh,
seperti hujan yang membersihkan debu.
Sebab setelah tangis selesai,
hati perlahan menemukan ruang untuk bernapas.
Mungkin hari ini langkah terasa berat,
tetapi hari esok masih menyimpan cahaya.
Dan ketika air mata terakhir mengering,
ia akan mengerti:
dirinya tidak kalah oleh luka,
ia hanya sedang belajar menjadi lebih kuat.
Sebab terkadang, tangis bukan akhir dari perjalanan,
melainkan awal untuk menemukan keberanian
yang selama ini tersembunyi di dalam dirinya,
yang lama menunggu untuk kembali menyala.
Bali, 23 agustus 2026