Karya: MELI YANTI
AIR MATA YANG MENJADI CAHAYA
Siapa bilang air mata adalah kelemahan?
Aku justru menemukan kekuatanku
di sana—
di antara sesak,
kehilangan,
dan malam yang tak pernah bertanya
mengapa aku menangis.
Aku pernah meminta luka pergi.
Namun luka mengajariku bertahan.
Aku pernah membenci air mata.
Namun air mata mengajariku
bahwa hati yang hancur
masih bisa menyalakan harapan.
Maka biarkan aku menangis.
Biarkan setiap tetes
jatuh membawa kecewa,
membasuh takut,
dan menumbuhkan keberanian.
Sebab aku akhirnya mengerti:
cahaya tidak selalu lahir
dari langit yang cerah.
Kadang ia tumbuh
dari hati yang paling gelap,
dari jiwa yang pernah patah,
dari air mata
yang jatuh berkali-kali
namun tak pernah berhasil
memadamkan harapan.
Dan jika suatu hari
kau melihatku bersinar,
ingatlah—
aku tidak dilahirkan oleh cahaya.
Aku ditempa oleh gelap,
lalu menjadikan air mataku
sebagai cahaya.
Nggelu, 25 Agustus 2026