Karya: Winda Nur Intan
Awan yang mendung Menjadi awan yang menangis. Angin berembus ke sana kemari, Bagaikan menyampaikan sesuatu.
Rintik hujan terus membasahi bumi.
Daun-daun diam seperti merasakan kesedihan. Langit terus memeluk luka, Seakan memberikan kehangatan.
Bayangan kenangan perlahan tenggelam bersama air alam. Namun di balik tangisan ini, Akan ada cahaya yang mendatangkan pelangi kembali.
Aku belajar bahwa setiap air mata yang jatuh Akan ada cahaya yang menumbuhkan harapan kehidupan, Meskipun harus melewati duri.
Subang, 24 Agustus 2026