Dibaca: Memuat...
Tawa yang Menolak PadamKarya: Intan Ayu Nur Choirunisa
Di antara riuh dunia,
tawa pernah menjadi rumah
bagi hati yang hampir menyerah.
Ia tidak selalu lahir dari bahagia,
kadang tumbuh dari luka
yang memilih untuk tidak berkuasa.
Aku pernah menyimpan tangis
di balik senyum yang sederhana,
sebab hidup mengajarkanku
bahwa air mata bukan akhir perjalanan.
Tawa adalah keberanian
untuk kembali percaya,
meski hari kemarin meninggalkan luka.
Ia adalah cahaya kecil
yang tetap menyala
di sudut jiwa paling sunyi.
Maka biarkan aku tertawa,
bukan karena hidup selalu sempurna,
melainkan karena aku masih memiliki alasan
untuk mencintai setiap langkahnya.
Sebab selama tawa masih terdengar,
harapan belum benar-benar pergi.
Klaten, 26 Agustus 2026