Dibaca: Memuat...
Suara Penenang Karya: Dinara Agridia Hermanto
Dunia di kepalaku terlalu bergemuruh,
sampai aku lupa cara hening.
Lalu terdengar suara tawa mu mengalun,
dan seketika suara gemuruh tersebut mengalah, lalu pergi.
Tak perlu kata menenangkan atau dekapan yang erat,
cukup mendengar kamu tertawa saja,
sudah cukup untuk mengalahkan suara gemuruh di kepalaku.
Aku suka nadamu yang tidak selalu sempurna,
yang kadang serak, kadang patah di tengah jalan.
Karena di situlah aku yakin,
bahwa kamu sedang benar-benar tertawa, bukan pura-pura.
Jika kelak aku terseret lagi ke dalam suram,
jangan susul langkahku.
Biarkan tawamu melantun,
karena hanya itu penunjuk arah yang tak pernah salah membawaku kembali.
Madiun, 24 Juli 2026