Fadhlan Nugraha - Di Balik Tangis Yang Diam (OSN 3.8)

📅 25 Agustus
Di Balik Tangis Yang Diam 
Karya: Fadhlan Nugraha


Tangis tidak selalu terdengar,
kadang ia bersembunyi di balik senyuman,
menetap di antara kata-kata yang tertahan,
dan tinggal dalam hati yang memilih diam.

Ada air mata yang jatuh karena kehilangan,
karena sesuatu yang dahulu begitu berarti,
namun perlahan pergi tanpa kepastian,
meninggalkan ruang kosong yang sulit diisi.

Ada pula tangis yang tidak memiliki suara,
ketika hati ingin bercerita, tetapi tidak tahu kepada siapa.
Bibir tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa,
sementara hati berjuang melawan luka yang tidak terlihat mata.

Pada malam yang sunyi,
ketika dunia seakan berhenti berbicara,
aku mendengar suara hati sendiri,
yang selama ini berusaha menyembunyikan segala rasa.

Tetes demi tetes jatuh perlahan,
membasahi wajah yang lelah menahan.
Bukan karena aku tidak mampu bertahan,
melainkan karena terlalu lama memendam beban.

Tangis mengajarkan sebuah kenyataan,
bahwa manusia tidak selamanya harus terlihat kuat.
Ada saatnya hati membutuhkan kelembutan,
ada waktunya seseorang berhenti sejenak untuk beristirahat.

Jika hari ini air mata masih mengalir,
biarkan ia membawa pergi segala kesedihan.
Tidak perlu malu ketika hati sedang getir,
sebab menangis bukanlah sebuah kekalahan.

Kelak, ketika luka mulai mengering,
aku akan mengingat malam-malam yang pernah kulewati.
Betapa banyak air mata yang jatuh tanpa henti,
namun ternyata aku masih mampu berdiri.

Mungkin tangis hari ini adalah bagian dari perjalanan,
bukan akhir dari sebuah kehidupan.
Sebab setelah gelap berlalu perlahan,
selalu ada harapan yang menunggu datang.

Maka biarlah air mata menjadi saksi,
bahwa pernah ada hati yang hampir menyerah,
tetapi memilih untuk kembali berdiri,
meski langkahnya masih dipenuhi rasa lelah.

Dan ketika suatu hari aku tersenyum kembali,
semoga aku tidak melupakan tangis yang pernah menemani.
Karena dari setiap air mata yang jatuh ke bumi,
aku belajar bahwa menjadi kuat bukan berarti tidak pernah menangis.


Tanggerang.S, 25 Agustus 2026