Karya: Aulia Rahmadani
Delapan puluh satu sudah merdeka,
tapi ada yang masih terkurung dalam sangkar.
Bendera berkibar di tiang-tiang megah,
sementara di gang sempit, harga beras kian mahal.
Kita hafal Pancasila di luar kepala,
tapi keadilan sosial masih sebatas kata.
Anak-anak sekolah tanpa buku lengkap,
sementara gedung wakil rakyat dipoles serba mewah.
Petani menanam padi dengan keringat penuh,
tapi hasil panen dibeli murah, dijual mahal jauh.
Nelayan melaut menantang ombak dan badai,
sementara lautnya dirampas kapal-kapal asing santai.
Kemerdekaan bukan sekedar upacara,
bukan hanya lomba panjang pinang dan bendera.
Ia adalah janji yang harus ditagih tiap hari,
pada mereka yang duduk di kursi tinggi.
Namun di tengah semua keluh dan lelah,
masih ada harap yang tak pernah padam salah -
pemuda-pemudi yang terus belajar dan berkarya,
percaya negeri ini bisa lebih baik dari kemarin adanya.
Mereka bukan hanya soal lepas dari penjajah,
tapi bebas dari korupsi, dari lapar, dari resah.
Selamat merdeka, Indonesia tercinta,
semoga cita-cita para pendiri bangsa tak sekedar cerita.
Bandar Lampung, 25 Agustus 2025