Karya: Alfin Nuril Hidayah
Senja menggantungkan luka di ujung langit
sementara malam perlahan merajut sepi
aku menyimpan gemuruh di dalam dada
yang tak mampu diterjemahkan oleh kata
Kemudian tangis datang tanpa mengetuk
menetes pelan di antara waktu yang rapuh
seolah setiap air mata membawa pulang
kenangan yang enggan hilang
Aku membiarkan malam memeluk kesedihan
membiarkan sunyi menjadi tempat peristirahatan
sebab tak semua luka harus dijelaskan
dan tak semua perih harus diperlihatkan
Jika esok fajar kembali menyalakan cahaya
akan kutitipkan tangis pada ujung senja
biar ia mengalir bersama sunyi yang pergi
dan dari segala yang pernah basah
tumbuh hati yang lebih tabah
menyambut pagi dengan jiwa yang kembali utuh
Tuban, 23 Agustus 2026