Berburu Juara
Karya: Viona Novriana ToabnaniKudirikan mimpi di atas fondasi harapan,
kukira ia kan berdiri megah dan tenang,
namun hujan kenyataan datang menerjang,
meluruhkan segalanya tanpa ampunan.
Niat kugantungkan di leher sebagai jimat,
kepercayaan kugenggam sekuat urat,
kutempuh hari dalam sunyi yang pekat,
menghitung mundur harapan yang kian sekarat.
Hingga akhirnya waktu tiba jua,
suara itu menggema di udara,
mengumumkan nama sang juara.
Bukan aku.
Tepuk tangan terdengar dari jauh sana,
seolah tak pernah untukku ia bergema.
Air mata jatuh tanpa bertanya,
hati terbelah, kaki kehilangan pijakannya.
Barulah kusadari sepenuh rasa,
runtuhnya mimpi bukan perkara biasa,
tak sebanding dengan besarnya harapan,
yang kupelihara sepanjang perjalanan.
Mungkin bagimu ini hanya kekalahan semata,
namun bagiku ini adalah duka nestapa
sebuah pemakaman yang sunyi dan lengang,
bagi mimpi yang lama kuhidupi dan kupupuk sayang.
Kupang, 12 Juli 2026