Ayunan di Tepi Luka
Karya: Arnidya Melda LatifaniDi antara hamparan pasir putih dan ombak yang menggebu,
aku duduk memeluk ayunan, menatap rembulan yang ditemani bintang-bintang.
Angin menyusup hingga ke rusuk, seakan membaca segala yang kusimpan dalam keheningan.
Entah sudah kali keberapa aku kembali menemui luka.
Luka yang datang tanpa tangis, bersembunyi di balik senyum yang tulus.
Pernah kukira ini adalah akhir, hingga waktu mengajarkanku bahwa setiap retak selalu menyisakan ruang untuk bertahan.
Kini, aku tak lagi meminta luka untuk pergi.
Kubiarkan ia menemani perjalananku, sebagaimana laut menerima ombak yang tak pernah lelah kembali.
Barangkali, begitulah cara manusia belajar pulih,
bukan dengan melupakan luka, melainkan berdamai dengannya.
Batusangkar, 11 Juli 2026