Dibaca: Memuat...
Belati yang Menolak Karat
Karya: Sausan Rana FadhilahAku—bukan jasad yang membusuk dikunyah sepi.
Luka ini,
sayatan belati yang kautinggalkan di dada,
menolak bernanah,
menolak tunduk pada hukum maut yang fana.
Lihatlah, para penghancur,
anatomi tubuhku merontokkan segala teori medis.
Dari celah darah yang mengering,
sulur-sulur hijau merayap bergegas,
merobek rusuk,
mengisap sisa ngilu menjadi energi mekanis yang liar.
Sampai rasa perih menjelma pot tanah liat paling subur di dunia.
Kini aku bangkit,
menjelma pohon besi yang mekar dari ulu hati,
menantang matamu yang dulu gemar menanam beling trauma.
Silakan ambil kapakmu,
tebas batang angkuh ini hingga tumbang!
Namun, bersiaplah terperangah gila di bawah langit yang runtuh:
pohon ini tak bergetah,
ia memuntahkan aliran darah segarmu,
sebab aku adalah takdir buruk yang kauciptakan sendiri.
Bogor, 27 Juli 2026