Dibaca: Memuat...
BELA ASA
Karya: Muhammad Arifin IlhamDalamnya air laut yang surut.Mereka merasa,menjadi pemegang tahta yang tidak bisa dikelola. Kata-kata lama kini hanya tinggal debu yang disapu harapan madu. Garuda memberikan pesan kepadamu,sebagai jembatan bagi negaraku. Lima cahaya garuda yang engkau renungi selama ini Sia-sia ,bak patahnya ranting kayu yang ditimpa Hawa Nafsu. Pusat semesta mengeluarkan air matanya, sebab kertas kencana yang tidak bisa membeli amerta. Tua, muda, menangis tertipu oleh pejabat yang membisu tanpa suara, ● Suara-ku. ● Suara-mu. ● Suara tangis burung garuda melihat negaranya yang dicambik oleh anjing-anjing bernafsu. Sedikit demi-sedikit, kepakan duniamu mulai layu. Akibat runtuhnya lima cahaya yang lama bersinggah di dalam ragamu. Pusat semesta meminta keadilan. Meminta pertolongan. Meminta hidup yang membawa mimpi awal kehidupan. Bhinneka Tunggal ika, akan selalu ku jaga. Dengan kata Syukur yang mengabdi di dalam sanubari.
Magelang, 27 Juli 2026