Dibaca: Memuat...
Angin yang Tak Membawa Pulang Cahaya
Karya: M. YUSUFKutitipkan secercah cahaya kepada angin,
berharap ia menjelma matahari yang menyinari semesta,
melahirkan galaksi dari rahim harapan.
Aku selalu berbisik kepada awan
tentang cahaya yang kutitipkan kepada angin,
meyakini langit akan mengembalikannya
dalam wujud yang lebih terang.
Namun, angin pulang tanpa membawa cahaya.
Yang tertinggal hanyalah abu
yang bersua dengan riuh kenyataan.
Detik menjelma menit yang tak kunjung usai,
seolah-olah bumi dan langit
ditakdirkan tak pernah saling menyapa.
Isi kepalaku menganyam nasihat,
sementara tatapanku jatuh ke pangkuan bumi.
Di sanalah kulihat
matahari yang dahulu kutunggu
perlahan menjelma debu.
Aku berkata,
"Mungkin sang skenario
tak pernah menuliskan mimpiku
pada halaman takdir."
Dan pada akhirnya,
angin membawa satu kabar:
ikhlas menjadi rumah terakhir
bagi cahaya yang tak pernah pulang.
Mamuju, 28 Juli 2026