Dibaca: Memuat...
Tumbuh di Balik Rumah Rapuh
Karya: Jellita Permata SariBu,
rumah ini masih sama,
hanya langkahmu yang tak lagi bertandang.
Di balik dinding-dinding yang kian lapuk ini,
kusimpan luka yang enggan dimengerti bumi.
Wajahku tersenyum menutupi segala duka,
namun di rimba malam, senyum itu runtuh menjadi tangis yang pecah.
Katanya waktu adalah penyembuh,
namun hingga kini, aku hanyalah anak yang goyah.
Aku tetap tumbuh di bawah teduhnya kasih ayah,
belajar tegak berdiri meski langkah kerap lelah.
Bu, tatap aku—sekali saja.
Aku juga anakmu yang merindukan sapa.
Meski ingatan tentangmu hanya bayangan samar,
namamu tetaplah api yang membakar.
Aku tak meminta waktu diputar kembali,
hanya berharap ada restu dan pengakuan yang singgah di dada ini.
Bengkulu, 27 juli 2026