Dibaca: Memuat...
Aku, Sang Daksa yang Disoraki
Karya: Rhaema Elsa DwivaSeorang daksa itu gemetar,
macam ada badai yang menggoyangkan tubuhnya.
Para orang sana bersorak-sorak ria
dan bertanya, “Daksa itu siapa? Kenapa?”
Daksa itu turun menyerah pada badai sebab gentar.
Mata-mata menyorot meloka terheran padanya.
Seorang jiwa di dalamnya berteriak-riak
dan menegas berbicara, “Daksa ini takut!”
Aku,
daksa yang dibicarakan di atas,
terbelenggu dalam zona ketakutan akan soraknya manusia.
Guncangan waktu lampau membangkitkan rasa-rasanya,
hingga cacat mental ikut bertumbuh selayaknya usia.
Percayalah padaku,
sungguh dihambat oleh cacat yang ditinggalkan
waktu dan manusia saat terlampau keji.
Sampai-sampai dunia banyak kulewatkan,
kejar-kejaran dengan harusnya yang telah dimulai sudah.
Kini seorang daksa itu tegak.
Jiwanya kini bersorak-sorak bangga.
Para orang berteriak, “Itu dia sang daksa kita!”
Tak lagi drama turun-menurun oleh menyerah.
Rasa-rasanya telah ditaklukkan oleh masa,
hingga cacatnya berhenti tumbuh walau meninggalkan bekas.
Bandung Barat, 27 Juli 2026