Metamorfosis Sunyi
Karya: SalwaDalam ceruk yang pernah koyak,
Sunyi menabur benih
Bukan untuk menyamarkan jejak,
Tapi agar sesuatu yang purba bisa bersemi di sana.
Luka bukanlah akhir sebuah kisah,
Ia padang yang pernah dilalap bara,
Lalu dalam diam, ia menyulam kesuburannya sendiri.
Dulu aku mengira pulih berarti tenggelamnya ingatan,
Rupanya pulih adalah ketika luka itu
Tak lagi menjerit, hanya berbisik lirih:
“kau telah berjalan sejauh ini.”
Akar terdalam justru menjalar
Di tanah yang paling sering diganggu cangkul.
Dan kuntum yang paling harum,
Kerap merekah dari ranting yang pernah remuk.
Maka biarkan luka itu bersemayam,
Bukan sebagai parut yang ditangisi,
Melainkan sebagai prasasti
Tempat keteguhan mula-mula belajar melangkah.
Makassar, 11 juli 2026