Sebelum Mimpi Kehilangan Namanya
Karya: A.SAFRIZALAku tak mendengar bunyi apa pun
ketika mimpiku runtuh.
Yang pecah bukan langit,
melainkan ruang
yang selama ini kusebut masa depan.
Aku masih berdiri,
namun langkah-langkahku
tak lagi mengenali arah pulang.
Kupungut satu demi satu
pecahan harapan
yang berserakan di hadapan waktu.
Tak satu pun melukai telapak tanganku,
tetapi seluruhnya
menggores cara pandangku terhadap kehidupan.
Barulah kusadari,
yang paling rapuh
bukanlah mimpiku.
Melainkan keyakinanku
bahwa bahagia
selalu menunggu
di ujung keberhasilan.
Waktu tak pernah membangunkan
apa yang telah runtuh.
Ia hanya mengajarkan
cara melangkah
melewati reruntuhan,
tanpa kehilangan
diriku sendiri.
Kini aku mengerti,
ada mimpi
yang memang ditakdirkan selesai,
agar manusia belajar
membangun harapan
bukan di atas kemenangan,
melainkan di atas keberanian
untuk tetap berjalan.
melainkan mereka
yang tetap berani mencintai kehidupan
setelah menyaksikan
mimpinya sendiri
runtuh.
kota Jambi, 11 juli 2026