Dibaca: Memuat...
Jiwa Yang Bersinar Dalam Lara
Karya: Saabiqotul 'ulyaa syaddadJiwa yang tak mereka inginkan untuk hadir,
begitu rapuh dan sulit dimengerti.
Selalu dijatuhkan dalam dunia yang kejam.
Ibarat ingin bangkit,
mereka kembali memukul dengan batu besar.
Mencoba bangkit, tertimbun lagi.
Luka ini terlalu lama dibiarkan membusuk.
Jiwa ini terus berusaha bangkit meski langkah tertatih menahan perih berkecambuk.
Ingin berteriak, tetapi mereka membungkam mulutku.
Memendamnya adalah cara untuk tetap tumbuh di tengah lara.
Hingga seseorang datang menyembuhkan trauma.
Katanya, semut adalah makhluk paling kuat yang kerap diremehkan.
Darinya, aku sadar aku mampu melewati badai itu.
Kini ia pergi meninggalkan pesan dan senyuman yang indah.
Aku ikhlas, aku menerima, dan aku tumbuh bersinar bagai senja penuh ketenangan.
Terima kasih untuknya yang pernah ada.
Klaten, 24 Juli 2026