Dibaca: Memuat...
Bunga Yang Kau Siram
Karya: Ahmad Badawi Daffa MufidKu terhanyut dalam arus pikiran yang deras.
Ku terus terbawa menuju jurang keputusasaan.
Dan terjatuh ke dalamnya.
Kupejamkan mata,
berharap melihat surga.
Ku terjatuh semakin dalam, tetapi tubuhku terasa terbang.
Perlahan mataku terbuka.
Kulihat malaikat tak bersayap mendekapku penuh hangat.
Binar matanya bak matahari sore yang menenangkan.
Senyumnya laksana bunga mekar,
membungakan hati.
Setiap kali kulihat dia,
rasanya seperti di surga yang damai.
"Siapa engkau?" tanyaku.
Dia menjawab,
"Aku bunga yang kau siram setiap hari.
Kini masanya mekar.
Bukankah ini yang kau mau?"
"Bagaimana kau tahu isi hatiku?"
"Aku tak tahu hatimu.
Tapi aku tahu hati kita.
Sukmamu dan sukmaku satu.
Tak terpisahkan apa pun.
Sekalipun maut meminta, aku tetap menunjukkan keindahanku,
agar selalu meneduhkan hatimu."
Blora, 24 Juli 2026