Dibaca: Memuat...
Mimpi yang harus ku pendam
Karya: Aliyuddin nur ikhsanDi sudut dadaku, ada langit yang tak lagi mengenal fajar. Di sanalah kusimpan mimpi yang dahulu tumbuh seperti tunas setelah hujan. Ia pernah mengajarkanku cara menatap cakrawala tanpa ragu, hingga takdir datang membawa musim yang tak pernah kupinta. Harapan itu gugur satu per satu, bukan karena berhenti percaya, melainkan karena kenyataan memilih bahasa yang tak sanggup kuterjemahkan. Kini mimpiku tak lagi kukejar, melainkan kupendam sedalam akar yang setia memeluk bumi. Barangkali ia tak akan mekar di hidupku, tetapi ia akan tetap menjadi saksi bahwa aku pernah berani bermimpi, pernah bertahan di tengah rapuh, dan pernah mencintai sebuah tujuan dengan seluruh jiwa. Jika suatu hari angin menanyakan ke mana mimpiku pergi, biarlah sunyi menjawab bahwa ia tidak hilang, hanya memilih tinggal di dalam hati.
KONAWE, 24 Juli 2026