Dibaca: Memuat...
Luka yang Menjadi Sayap
Karya: NursintaGemuruh petir menggema di setiap penjuru langit,
bersamaan dengan riuhnya perdebatan di setiap sudut rumah.
Namun, aku tetap tenang, menatap rintik hujan yang jatuh dari langit.
Saat orang lain takut pada petir, aku justru mengajaknya bercakap.
Ketika orang lain menangis di sudut kamar, aku malah bersenandung lirih.
Seolah-olah aku telah bersahabat dengan setiap keadaan.
Aku tak lagi menangis ketakutan di sudut kamar.
Aku tak lagi menjadikan semua ini sebagai alasan untuk menyerah.
Justru dari setiap luka, kutumbuhkan sepasang sayap agar tetap bertahan dan terbang bebas, meski hujan turun begitu deras dan petir terus menggema di setiap penjuru langit.
Bandung, 27 Juli 2026