Dibaca: Memuat...
Sarayu Di Bentala Tandus
Karya: Ninda Nur AmaliaAku adalah bentala tandus yang perutnya retak-retak.
Menjalar, bersulur-sulur, menghujam sampai batas sadar.
Yang mana retakan dalam justru lahir dari yang paling rekat.
Di antara cadas yang diteguk dahaga,
Nutfah samar—
Satu-satunya mimpi yang kutemukan di rahim bumi.
Lalu, sarayu harap
datang lebih cepat dari realitas.
Membelai tunas yang menghunus langit
dengan pedangnya yang kerdil.
Ia menemui semi, pada tanah yang paling buta bercocok tanam,
tapi juga paling teguh merapal doa sapu jagat.
Dari ratapan yang paling tabah, aku mengeja paham.
Pada peta besar Tuhan yang remang,
entah garis takdir memandumu ke mana.
Beringin, mawar, atau semak belukar—
Apapun kau menjelma,
Kau telah menyuburkan marcapada yang pesakitan
Sidoarjo, 27 Juli 2026