Selembar Kertas Tukar
Karya: Mutia Nuril AziziahDunia kini berputar, tanpa belas kasihan.
Hanya dengan selembar kertas tukar.
Kehidupan berjalan dengan penuh ketimpangan,
Hanya selembar, namun segala angan
bisa tercapai.
Tapi meski selembar, dia begitu menyilaukan.
Yang bertopi dan berdasi pun
Ikut kalap,
Kian buta atas besar pengaruhnya.
Lantas, bagaimana dengan
Selembar yang hilang,
Yang kini telah lenyap dari dalam
Genggaman?
Apa kabar dengan mereka,
Yang rumahnya hanya di terangi
Redupnya lampu pijar?
Masih sanggupkah untuk berangan?
Atau pilih bertekuk,
Dan berlutut pada pahitnya kenyataan?
Pamekasan, 16 Juli 2026