Kintsugi dari Sisa Peluh Ibu
Karya: ELOK HARISMA KARTIKASARISepeda tua yang kau tuntun dengan napas menderu,
Ajarkan seni ketabahan merawat luka.
Setiap tetes keringatmu tumbuh benih di tanah kenangan,
Ubah getir silam jadi akar menghujam, penuh ketenangan.
Seperti petis dalam layah, racik pahit jadi manis,
Mengolah duka jadi gurihnya kasih tak berujung tangis.
Saat amarah memecah hening,
Kusadari, luka munculkan ruang cinta untuk kembali pulang dan bernaung.
Aghnia adalah musim semi penyembuh gundah di dada,
Ajarkan ibu makna ikhlas tanpa jeda.
Luka yang berduri, kini mekar jadi kelopak kebijaksanaan,
Menjelma kompas bagi langkah, meski badai kehidupan tak kunjung redam.
Kita tumbuh dari retakan luka, serupa emas menyatu dalam kintsugi,
Menemukan keindahan utuh setelah hancur dan teruji lagi.
Terima kasih Ibu, atas setiap doa yang membimbing arahku,
Kini, biarlah cintaku menjadi tempat teduh bagi anak cucuku bersandar selalu.
Tulungagung, 16 Juli 2026