Kun Fayakun
Karya: Maghfira Cahya MaulaniDarah, luka, dan air mata
Aku tumbuh dari mereka
Ya, begitulah ucapnya
Aku adalah tanya yang tanpa ada jawabnya
Derai hujan disertai air mata
Tumbuh beserta luka disinyalirnya
Jeda tanpa ada kata tiada
Terlambat tanpa adanya nestapa
Ketika semesta sudah tak semestinya
Aku memilih untuk diam
Melangitkan doa'
Dan berserah serta bersujud
Diatas sajadah hingga menangis dengan perasaan lemah dan bersalah
Satu pintaku untuk segera ada jalan keluarnya
Namun, tak ada satupun jawabnya
Hanyalah peta pertanyaan yang ada di fikiranku
Mengalir derasnya sampai lupa daratan
Aku sempat rapuh Tuhan
Tolong rapihkan semuanya
Aku buntu Tuhan
Tolong berikan aku jawaban atas semua pintaku
Aku menyebutkan satu persatu pintaku
Kepada Tuhan semesta seluruh alam
Tunjukkanlah Do'aku Tuhan segerakanlah
Tumbuhlah aku dalam seluruh Do'aku
Tanpa kata "menyerah" dan terus berserah
Aku melantunkan semua ayat-ayatmu
Dengan penuh keyakinan
Bahwa, suatu saat pasti terjadi
Kun Fayakun.
Situbondo, 10-07-2026