Puing - Puing Kehidupan
Karya: Luh Dewi Anggar KasihJatuh, lalu kugapai.
Tangan kasar penuh luka,
berdarah demi ambisi,
fondasi hidup perlahan retak.
Semakin kukejar, semakin menjauh
impian itu dari pandanganku.
Jatuh seribu kali pun,
aku takkan berhenti bangkit.
Hingga dahan penyangga patah,
cahaya harap pun padam,
aku tetap berdiri tegak—
meski tertatih, meski terluka.
Singaraja, 10 juli 2026