Di Tanah Luka, Aku Menanam Cahaya
Karya: Abdur Rozak HasibuanDi tanah luka, aku menanam cahaya
Saat malam menyimpan cerita pedih yang tak terucap, aku belajar tumbuh dari retakan jiwa yang pernah jatuh dan rapuh.
Air mata menjadi hujan yang menyuburkan harapan, sementara sabar menjelma akar kuat di dalam dada.
Luka bukan lagi penjara, melainkan jalan panjang menuju kebijaksanaan dan kedewasaan.
Aku menanam cahaya di tanah yang pernah gersang, agar esok tumbuh bunga keteguhan yang harum di taman kehidupan.
Biarkan angin membawa kabar bahwa aku telah bangkit dari bayang-bayang kesedihan.
Sebab setiap luka menyimpan pelajaran, setiap kehilangan menghadirkan kekuatan baru.
Kini aku berjalan dengan hati yang terang, membawa doa dan harapan menuju langit impian.
Di tanah luka ini, aku menemukan cahaya yang mengajarkan arti hidup sejati dengan cinta, syukur, dan keberanian untuk terus melangkah tanpa takut menyambut hari penuh damai.
Yaman, 10 Juli 2026