Anatomi Ambisi yang Terjepit Sepi
Karya: Kireina Valencia AssyifaTuhan melukis takdir dengan kuas ganjil.
Jemari si kaya menari di atas kanvas harta, sedangkan si miskin memahat cara agar napas tak lekas fana.
Katanya, bangku sekolah adalah pabrik kunci peradaban.
Namun, benarkah gerbang kesempatan dibuka tanpa pandang warisan?
Bagaimana sepasang sayap angan bisa memeluk awan jika pundak ringkih dipaksa menjadi tiang penyangga gubuk yang kian lapuk dihantam kefakiran?
Dan aku terjebak sebagai hantu kikuk di persimpangan dua kasta.
Tidak beralas sutra, namun tak pula sekarat seperti fajar tanpa sebutir nasi.
Kantongku bernapas cukup untuk meredam cacing di perut hari ini, tetapi teramat yatim piatu untuk menebus mimpi setinggi langit mati.
Di sinilah, pada labirin sunyi, singgasana ambisiku runtuh, lebur terjepit sepi.
Sumedang, 28 Juli 2026