Tunas di Tengah Luka
Karya: Khansa Alwa SamisyaTak semua yang patah harus binasa,
tak semua yang hilang berarti sia-sia.
Ada luka yang memilih menetap,
agar aku belajar menjadi lebih kuat.
Aku pernah percaya tanpa ragu,
pernah bertahan tanpa banyak suara.
Hingga akhirnya kecewa mengajariku,
bahwa hati juga punya batasnya.
Hari-hari terasa begitu panjang,
namun waktu tak pernah berhenti berjalan.
Sedikit demi sedikit aku belajar,
merangkul diri yang sempat kehilangan.
Kini aku tak lagi mencari jawaban,
atas semua yang tak sempat dijelaskan.
Sebab yang benar-benar sembuh,
bukan yang lupa, melainkan yang tumbuh.
Biarlah yang lalu menjadi musim,
datang untuk memberi pelajaran.
Dan biarlah aku menjadi pohon,
yang tumbuh tinggi dari luka yang pernah ditanam.
Garut, 10 Juli 2026