Menatap puing yang patah
Karya: Dewi shofiyah nur himmatussalafiyaDi sudut kamar yang mulai menggelap,
Ku tatap pecahan langit yang dulu kuanggap tetap.
Lentera harapan yang kujaga dalam sunyi,
Kini menjelma abu, runtuh tersapu sepi.
Setiap susunan bata yang kubangun dengan peluh,
Tiba-tiba goyah, retak, lalu runtuh sepenuhnya.
Waktu seperti menertawakan segala rencana,
Meninggalkan aku di antara puing-puing kecewa,
Langkahku terhenti pada batas ilusi,
Menyadari bahwa mimpi tak lagi memiliki esensi.
Namun di atas tanah yang porak-poranda ini,
Aku belajar mengeja arti pasrah yang sejati.
Bukan untuk menyerah kalah pada takdir,
Tapi bersiap memahat awal yang baru lahir.
Lamongan,11 juli 2026