Untuk Siapa Aku Berjuang?
Karya: Izyan satria putra agungEnam tahun langkahku berdebu,
di panggung prestasi yang kurebut satu per satu.
Piala dan piagam berjejal di sudut kamar,
namun matamu tetap dingin, membisu.
Aku anak biasa yang ingin membanggakan,
namun pujian tak pernah hinggap di bibirmu.
Saat ku terjatuh, kau sambut dengan hujan kata,
merendahkan, mencabik-cabik harga diriku.
Maka runtuhlah mimpi-mimpi itu,
bukan karena aku lelah berjuang,
tapi karena tepuk tangan yang kutunggu,
hanya sunyi yang membalas.
Kini kusimpan semua gelar di peti usang,
karena mahkota tanpa pelukan,
hanya beban.
Dan aku, masih anakmu,
yang hanya ingin dikatakan,
"Kami bangga padamu."
Namun kata itu tak pernah lahir,
hingga mimpiku mati perlahan.
Bekasi, 16 Juli 2026