Saat Harapan Gugur di Ujung Subuh
Karya: Siti AmaliaWaktu subuh hendak menghampiri
Tapi, mata memilih terkatup kembali
Tubuhku termenung melihat bunga matahari yang mekar depan rumah
Ku lihat, bunga itu tersenyum indah padaku.
Lambaian tangan yang ceria,
Membuatku lupa akan trauma.
Kaki melangkah hendak menghampiri
Namun, bunga itu tiba-tiba lenyap tersendiri
Teriakan keraspun
tak mampu mengembalikan.
Waktu menarikku paksa ke masa lalu,
Dimana setiap detik ku genggam dengan tangan gemetar
menatap tubuh ibu yang terbaring diam di balik dinginnya ruang ICU.
Mesin-mesin berdetak lirih,
seolah sedang menghitung
berapa banyak harapan yang masih sanggup kupeluk malam itu.
Namun,
Harapanku runtuh tanpa suara
Doa yang ku panjatkan sia sia
Ayah berlari memelukku erat,
napasnya patah-patah oleh tangis,
lalu kalimat itu jatuh seperti petir di dadaku
“Ibu sudah pergi.”
Dunia mendadak sunyi.
Semua harapan yang kubangun dengan ibu,
Runtuh hingga kini
Sidoarjo, 16 Juli 2026