Catatan pada Dinding Dingin
Karya: Ima Muslimah UtamiDi ruang yang paling sunyi,sebuah goresan tertanam begitu dalam.
Ia tumbuh diam-diam di dasar dada,menolak tunduk pada waktu yang berjalan.
Saat itu, runtuhlah seisi dada,meninggalkan retakan-retakan yang senyap.
Patahan yang barangkali,memilih untuk selamanya menetap.
Luka ini tidak pernah benar-benar pergi,ia menjelma menjadi pondasi yang kokoh di dalam diri.
Sebab di antara sela-sela dinding yang patah dan hancur,ada sisa harapan yang menolak untuk ikut gugur.
Pangandaran, 10 Juli 2026