Mimpi yang hancur
Karya: Asyifa Nur HusnaKupeluk hari dengan harapan sederhana,
namun entah mengapa takdir terasa berat,
seolah setiap langkah akan lambat,
seolah jalan kehilangan arahnya.
Mimpi yang selalu aku harapkan,
ikut luruh bersama hujan,
meninggalkan rasa sakit yang mendalam,
reruntuhan bukan akhir yang suram.
Air mata yang selalu aku tahan,
kini mengalir keluar tanpa bisa dikendalikan,
namun aku mengerti,
ini bukan akhir dari perjalanan mimpi.
Namun jiwaku terus belajar menerima,
untuk terus melaju tanpa membenci kehidupan,
karena setiap luka bukan hanya menyimpan,
tapi juga memberi keteguhan jiwa.
Kini aku terus maju,
tanpa melihat masa lalu,
harapan demi harapan,
mulai aku bentuk kembali dengan tujuan.
Tenggarong,10 Juli 2026