Karya: Fitri Nur Indrianingsih
tumbuh dari luka itu bohong belaka
karena yang benar adalah belajar untuk pincang
di atas tanah yang tak lagi mengenali jejak kita
setelah doa yang kuucap kini telah terang benderang
aku belajar merangkai senyum dari serpihan kaca
yang kau tinggalkan saat kau memilih untuk berhenti
sementara dunia memaksaku tetap terjaga
memaksaku tumbuh dari duka yang tak ingin kulewati
aku tetap bernapas meski paru-paruku dipenuhi abu
aku tetap berjalan meski kakiku tak lagi tahu arah
ternyata luka tidak menjadikanku lebih baru
luka hanya menjadikanku orang asing yang lelah
aku tumbuh bukan karena duka yang telah usai
tapi karena waktu terus memaksa untuk beranjak
meninggalkan kenangan yang kini mulai terkulai
di antara tanah basah dan doa yang kian retak
Lampung Selatan, 19 Juli 2026