Dibaca: Memuat...
Tumbuh Dari Luka
Karya: Fitri DwiyantiIa terlahir di antara ketidakpastian,
Tumbuh bersama puluhan duri yang saling berhimpitan,
Sesak rasanya berbagi udara bersama mereka yang tak kunjung mengalah pada tubuh ringkih di sudut ruangan,
Tangan kecilnya mencoba meraih sang pemberi luka,
Hanya untuk menjadi tumpuannya berdiri.
Namun...
Yang ia terima justru ribuan duri
pada setiap genggaman jemarinya,
Ia menatap ..
Meratap penuh ketakutan,
Di benaknya, ribuan duri itu
terasa begitu menyakitkan
jika berada pada tangan yang ia sebut rumah.
Perlahan...
Sakitnya hilang,
Entah benar-benar hilang,
atau karena ia telah terbiasa.
Ia melihat sekelilingnya,
Tak ia dapatkan kehangatan,
Yang dirasakan hanyalah pandangan kosong
pada setiap mata yang memandang.
Lalu ia lihat sosok lainnya,
Yang memilih berlalu pergi
tanpa peduli bagaimana duri itu tumbuh
diantara sela-sela jemari,
Kembali ia tatap genggaman jemari
yang masih terpaut erat,
Kini genggaman itu telah menyatu
bersama cairan luka yang kental oleh amarah,
Ia kemudian bertanya
dalam hening yang terasa begitu nyaring:
"Bisakah ia melepas genggaman itu
tanpa menyakiti rumahnya?
Bukankah luka akan tetap menjadi luka,
sekalipun ia melepas durinya?"
Maka, ia pun melepas perlahan
tautan jemarinya.
Duri itu tetap ada,
menancap tegak diantara aliran
amarah yang mulai menggenangi bayangnya,
Dan untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa yang terasa menyakitkan layak untuk disembuhkan.
Tasikmalaya, 22 Juli 2026