Dibaca: Memuat...
Sampai Sini
Karya: Nadila Fidyatun HasanahSudah kuikhlaskan kau.
Kulepaskan tanpa dendam,
tanpa amarah, tanpa caci maki.
Meski kepergianmu
tak pernah mengenal kata pamit.
Sampai di sini,
aku belajar memahami
bahwa semesta pun memiliki caranya sendiri
untuk memisahkan
dua hati yang pernah saling menemukan.
Di kebetulan mana pun nanti,
barangkali kita hanya akan menjadi
dua pasang mata
yang saling mengenali,
namun memilih
untuk terus berjalan.
Hatiku pernah begitu berat,
resah menetap seperti hujan
yang lupa cara reda.
Air mata jatuh
hingga tak lagi mampu kuhitung.
Namun waktu
mengajariku satu hal—
bahwa kehilangan
bukan akhir dari kehidupan.
Terima kasih
untuk setiap tawa yang pernah kau titipkan,
untuk setiap luka yang diam-diam
mengajarkanku menjadi lebih kuat.
Kini,
aku tak lagi menunggumu kembali.
Sebab ada doa
yang cukup dipanjatkan dari kejauhan,
ada kenangan
yang cukup disimpan tanpa dihidupkan.
Dan ada seseorang sepertimu,
yang akhirnya hanya bisa
kuikhlaskan...
sampai di sini.
Kuningan, 22 juli 2026