Dibaca: Memuat...
Menjalit Duka, Menjadi Akar
Karya: Lahyul YulianiAku lahir di bait doa yang tak pernah diminta,
seorang anak perempuan yang hadirnya dianggap sisa.
Masa kecilku berteman dingin dan sepi yang panjang,
meraba-raba arti dicintai yang tak kunjung datang.
Namun luka itu tak kubiarkan membatu,
ia menjadi tanah tempat akarku tertancap padu.
Di sana aku bertemu denganmu,
lelaki tangguh yang memikul peluh tanpa ragu.
Di antara kuliah dan malam yang melelahkan,
engkau bertaruh nyawa menembus segala tuntutan.
Meski dipandang sebelah mata dan dinilai tak berseri,
kau tetap mendekapku, mengajari cara berdiri.
Kini kupahami, luka tidak datang untuk mematahkan,
ia hadir agar kita tahu cara bertahan dan bertumbuh pelan.
Dari ingatan pahit dan jalan yang terjal berliku,
kita merawat bahagia tumbuh utuh di atas reruntuhan waktu.
Selong, 22 Juli 2026