Tumbuh Di Bawah Bayang-Bayang Kematian
Karya: Didah WahidahGetaran merambat di jemari tatkala tubuhmu kupeluk
Kurasakan ludira memancar dari luka amarah
Napasmu tanggal, sesak dideru amuk
Detak jantung terhenti saat mahitala disentuh
Mata terbelalak karena hati belum siap
Mengapa pergi kala semesta tak memahami?
Bulir duka mulai mengalir perlahan dan lenyap
Dimana sepatutnya aku berteduh dan meyakini?
Jemariku masih terlalu kecil untuk melawan timah
Welingmu abadi di sanubariku yang terluka
Deru amunisi membayang di benak yang gundah
Yuda ini mengubah tawa menjadi lara
Tubuh yang lemah kini berdiri gagah
Mengingat erat dekapanmu yang hangat
Timah panas takkan membuatku menyerah
Kurebut kembali masa kecil yang sempat sekarat
Bekasi, 28 Juli 2026