Merayakan Patah
Karya: diana putri santikaDi meja ini,
aku mengumpulkan sisa-sisa yang tertinggal:
retakan gelas,
beberapa helai rambut,
dan ingatan yang mulai memudar.
Tidak ada tangis.
Aku hanya sedang merapikan ruang yang terlalu lama dihuni kenangan.
Hari ini aku tidak memakai baju hitam.
Untuk apa melayat cangkir yang pecah?
Lantai semen ini sudah cukup menyimpan ceritanya sendiri.
Barangkali patah tak selalu meminta ratap.
Kadang ia datang agar kita belajar berdiri tanpa bersandar.
Aku tak lagi memungut serpihan yang tak mungkin utuh.
Malam ini, kuangkat gelas yang masih tersisa.
Bukan untuk merayakan kepergianmu,
melainkan keberanianku yang akhirnya memilih pulang kepada diri sendiri.
17 Juli 2026